All posts by admin

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Pendaftaran seleksi mahasiswa baru sekolah kedinasan sudah dibuka sejak 9 April 2019 kemarin. Meskipun baru sehari dibuka, antusiasme masyarakat untuk mendaftar terlihat cukup bagus.

Hingga pagi ini saja, menurut data Badan Kepegawaian Nasional (BPN) jumlah pendaftar yang sudah memilih sekolah sebanyak 8.709.

Tahun ini ada delapan Kementerian/Lembaga yang membuka pendaftaran di sekitar 20 sekolah kedinasan. Ribuan kuota penerimaan pun dibuka.

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan apabila ingin mendaftar?

Mengutip Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Sekolah Kedinasan 2019, setidaknya ada lima dokumen yang harus disiapkan.

Dokumen tersebut adalah, kartu keluarga, KTP elektronik (Kartu Tanda Penduduk), ijazah, rapor SMA/sederajat, dan pas foto.

Bagi pelamar di bawah umur 17 tahun dan tidak memiliki KTP masih bisa ikut mendaftarkan diri. Pelamar diminta menyiapkan data diri berupa kartu keluarga.

Ada juga beberapa dokumen lainnya yang mesti disiapkan. Dokumen tersebut adalah dokumen sesuai dengan permintaan dan ketentuan instansi sekolah kedinasan yang dituju.

Alur

Bagaimana alur pendaftarannya? Berikut ini alur lengkap pendaftaran sekolah kedinasan yang dikutip dari Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Sekolah Kedinasan 2019 :

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

1. Akses portal, pelamar mengakses portal SSCASN di laman https://sscasn.bkn.go.id
2. Membuat akun, pelamar membuat akun SSCN Sekolah Kedinasan 2019.
3. Log in, log in ke laman SSCN Sekolah Kedinasan dengan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Pilih sekolah, pelamar melengkapi biodata dan memilih sekolah kedinasan.
5. Kartu pendaftaran, pelamar selesaikan pendaftaran dengan mengecek resume dan cetak bukti pendaftaran.
6. Verifikasi, instansi melakukan verifikasi data dan berkas pelamar yang sudah masuk, pelamar diminta cek status kelulusan.
7. Pembayaran, pelamar yang lulus administrasi mendapatkan kode billing yang harus dibayar, nominalnya sesuai instansi sekolah kedinasan.
8. Kartu Ujian, pelamar mencetak kartu ujian di SSCN apabila sudah melakukan pembayaran.
9. Tes Seleksi, pelamar ikuti tes seleksi sesuai dengan ketentuan instansi sekolah kedinasan yang dituju.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengatakan Kabupaten Aceh Utara sering dijadikan sebagai barometer stabilitas dan kondusifitas daerah dalam pelaksanaan pesta demokrasi, baik pada Pilkada maupun pada Pemilu.

Tersebab hal itu, kepada seluruh stake holder Bupati H Muhammad Thaib sangat mengharapkan untuk terus menjaga suasana kondusif dalam tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilu 2019, lebih-lebih selama masa kampanye dan menjelang hari H pemungutan suara. Demikian antara lain penegasan Bupati H Muhammad Thaib di hadapan peserta rapat koordinasi kesiapan Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Aceh Utara, berlangsung di aula Kantor Bupati jalan T Hamzah Bendahara, Lhokseumawe, Kamis, 4 April 2019.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu
Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Cek Mad ini, meminta semua jajaran terkait untuk meningkatkan kerjasama guna mempertahankan prestasi Aceh Utara yang pernah meraih predikat sebagai daerah paling kondusif di Tanah Air pada gelar Pilkada serentak tahun 2017 yang lalu.
“Saya diundang ke istana dan diserahkan sertifikat langsung oleh Presiden sebagai daerah paling kondusif dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2017. Saya ingin kita pertahankan prestasi ini,” ungkap Cek Mad.

Dikatakan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) merupakan pelaksana Pemilu paling penting dan memegang peranan paling krusial. Oleh karena itu, harus di-back up penuh oleh Camat, Kapolsek dan Danramil. Semua unsur ini harus bersinergi dengan baik agar pelaksanaan Pemilu di tingkat kecamatan berjalan sukses.

“Bila ada ditemukan hal-hal yang mengarah negatif dan tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan Pemilu, maka segera laporkan kepada atasannya masing-masing. Polsek lapor ke Polres, Camat lapor ke saya, Danramil lapor ke Kodim, karena semua kita ada dalam unsur Desk Pemilu yang dibentuk di tingkat Kabupaten,” tegas Cek Mad.

Rapat koordinasi kesiapan Pemilu tahun 2019 melibatkan narasumber utama dari Ketua KIP Aceh Utara dan Panwaslih. Selain itu, juga mendengar pemaparan dari Kapolres Aceh Utara serta Dandim 0103/Aceh Utara.
Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Aceh Utara Drs Adami, MPd, mengatakan Rakor ini dimaksudkan oleh memaparkan tentang kesiapan para stakeholder dalam menghadapi hari H pemungutan suara Pemilu serentak yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu
Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Pada Rakor itu, kata Adami, pihaknya mengundang seluruh jajaran terkait, mulai dari Kepala Daerah, unsur Forkopimda, staf ahli Bupati, Asisten, Sekda, KIP, Panwaslih, para Kepala SKPK terkait, para Camat, Kapolsek, Danramil, Ketua PPK dan Panwaslih kecamatan, serta unsur wartawan.

Pelaksanaan Rakor ini, kata Adami, merupakan salah satu tindak lanjut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menegaskan bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas, wewenang, dan kewajiban penyelenggara Pemilu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Aceh Utara meminta Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dapat membantu untuk memaksimalkan fungsi dan kinerja semua jaringan irigasi yang ada di daerah ini, sehingga dapat mendatangkan manfaat yang optimal untuk produktivitas pertanian.

Di Aceh Utara terdapat empat Daerah Irigasi (DI), yaitu DI Jambo Aye – Langkahan, DI Krueng Pase, DI Alue Ubai, dan DI Krueng Tuan. “Bagaimana caranya agar semua DI irigasi ini dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dipetik hasilnya oleh petani-petani kita,” harap Bupati dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Abdul Aziz, SH, MH, ketika membuka kegiatan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dalam rangka Survei Investigasi dan Desain (SID) Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (irigasi Jambo Aye – Langkahan) seluas 19.473 haktar, berlangsung di aula Kantor Bupati, Kamis, 21 Maret 2019

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara
Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Menurut Sekda Abdul Aziz, produktivitas tanaman padi di Aceh Utara rata-rata berkisar 4,5 ton gabah per hektar. Saat ini sedang dikembangkan varietas padi IF-8 yang produktivitasnya bisa mencapai 12 ton per hektar. Untuk itu diharapkan keterlibatan semua stake holder yang terkait langsung dengan bidang pertanian, terutama ketersedian air yang bersumber dari jaringan irigasi yang menjangkau ke semua areal pertanian sawah.

Pihaknya sangat berharap semua program dan kegiatan BWS Sumatera I yang berada di wilayah Aceh Utara dapat terlaksana dengan baik, bukan hanya untuk DI Jambo Aye – Langkahan, akan tetapi berlanjut ke jaringan irigasi lainnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemkab Aceh Utara yang meletakkan skala prioritas dalam pembangunan pertanian.

Sementara Kepala Satker BWS Sumatera I Mahdani, ST, MT, dalam pemaparannya mengatakan kegiatan PKM dalam rangka SID Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (19.473 hektar) dikendalikan oleh PPK Perencanaan dan Program Satker BWS Sumatera I. Sedangkan rekanan penyedia jasa adalah PT Suwanda Karya Mandiri KSO dengan PT Bhawana Prasasta selaku konsultan teknik. Kegiatan ini nantinya akan didanai dengan anggaran dari Asian Development Bank (ADB)

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara
Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Diadakannya PKM ini dimaksudkan untuk menggali pemikiran dan masukan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya unsur petani, sehingga dapat memetakan dan mematangkan proses SID dalam rencana rehabilitasi DI Jambo Aye – Langkahan. Sebagaimana diketahui DI ini meliputi areal sawah di tujuh kecamatan dan wilayah Aceh Utara dan tiga kecamatan di wilayah Aceh Timur.

Menurut Mahdani, irigasi Jambo Aye – Langkahan telah berusia 38 tahun sehingga mengalami penurunan fungsi. Hal itu ditandai dengan tingginya kehilangan air, adanya sedimentasi yang terlalu besar, sehingga kinerja irigasi menjadi berkurang. Rehabilitasi yang pernah dilakukan hanya bersifat parsial, atau sebagian-sebagian sesuai kondisi lapangan. Kali ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi menyeluruh sehingga nantinya dapat kembali berfungsi dengan baik.

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara menyiapkan tim dokter spesialis saraf dan psikolog untuk mengantisipasi depresi yang dialami oleh calon anggota legislatif (Caleg) gagal terpilih pada Pemilihan Umum, 17 April mendatang.

Kepala Tata Usaha dan Humas, RSUD Cut Meutia, Saiful, dihubungi Selasa (19/3), menyebutkan, rumah sakit itu memiliki dokter spesialis jiwa, spesialis saraf dan psikolog yang mencukupi untuk membantu penanganan calon anggota legislatif yang depresi.

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal
RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

“Kami tidak menyiapkan adanya ruangan khusus untuk penanganan caleg yang gagal. Kami hanya menyiapkan tim terpadu, dari psikolog, jiwa dan saraf. Tiga spesialis ini yang akan menangani, jika pun nanti ada caleg yang depresi setelah gagal terpilih menjadi anggota legeslatif berbagai tingkatan,” katanya.

Dirinya menyebutkan, tim itu dipastikan siap menangani pasien tersebut. RSUD Cut Meutia, sambung Saiful berpengalaman menangani pasien yang depresi.

“Pastinya, tim kami terlatih dan berpengalaman menangani kasus-kasus seperti itu (depresi) karena gagal terpilih,” katanya.

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal
RSUD Cut Mutia Menerima Perawatan Caleg Gagal

Namun, Saiful berharap tidak ada caleg yang mengalami depresi. Kontestan Pemilu diharapkan bisa menerima apa pun kejadian pada hari pemilihan.

“Harapan kita semoga nantinya tidak ada caleg yang depresi,” pungkasnya.

source

Diet Plan For Diabetic To Lose Weight

Nature Tourism Jalin Jantho Aceh

Nature Tourism Jalin Jantho Aceh

A place on the outskirts of the city of Jantho (the capital city of the district of Aceh Besar) which is now crowded with crowds from the cities of Aceh and Aceh.
Intertwined hill, that’s how people call him. A hill that offers extraordinary views with a stretch of hillside river. Bukit Jalin is located in the village of Jalin, the city of Jantho, the district of Big Aceh, Aceh. It is not wrong if the hill is a choice on weekends, friends to throw away tired work

Nature Tourism Jalin Jantho Aceh

Durasi 3 menit

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mendapatkan realisasi pembangunan dan pemasangan jaringan gas (Jargas) untuk saluran rumah sebanyak 5000 unit. Sementara ribuan rumah itu ditunjukkan ke Kecamatan Dewantara Kabupaten setempat

Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan 18 Pemerintah Kabupaten/Kota.

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

“Jadi di tahun 2019 ini ada 18 kabupaten/kota yang mendapatkan Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga. Sementara untuk Aceh sendiri hanya satu kabupaten yaitu Aceh Utara saja,” kata Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib melalui Kabag Humas, Andree Prayuda.

Sambung Andree, Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dan para Bupati/Walikota terkait untuk merealisasikan pembangunan jaringan sebanyak 78.216 SR di 18 Kota/Kabupaten.

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

“Tahun 2014 lalu kita pernah mendapatkan sebanyak 3.928 SR (Saluran Rumah). Yakni meliputi wilayah Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas. Sementara tahun 2019 ini sebanyak 5000 saluran rumah untuk wilayah Kecamatan Dewantara,” imbuh Andree.