Pemerintah Aceh Minta Polisi Usut Asal Dendeng Babi Cap Kelinci

Pemerintah Aceh Minta Polisi Usut Asal Dendeng Babi Cap Kelinci

Banda Aceh – Pemerintah Aceh meminta polisi mengusut temuan asal Dendeng Babi  Cap Kelinci Aguan yang seolah-olah diproduksi di Jalan Malahayati Km.14,5 Aceh Besar. Adanya dendeng tersebut diketahui dari pemberitaan salah satu media online di Aceh Rabu (14/08). Informasi tersebut telah membuat resah masyarakat yang tinggal di kawasan itu.

 

“Padahal, dari hasil investigasi Satpol PP-WH Aceh tidak ditemukan kegiatan produksi dendeng babi di Jalan Malahayati Km.14,5 dan sekitarnya,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Kamis (15/08).

Pemerintah Aceh Minta Polisi Usut Asal Dendeng Babi Cap Kelinci

Karena hal tersebut, pemerintah Aceh melalui Biro Hukum Setda Aceh membuat laporan kepada Diskrimsus Polda Aceh untuk mengusut asal usul dendeng tersebut.

 

SAG, sapaan Saifullah Abdulgani mengatakan, Aguan, nama yang ditulis sebagai orang yang diduga pemilik produk itu memang pernah tinggal di daerah tersebut. Namun, pengakuan dari keluarga Aguan kepada Satpol PP-WH Aceh, yang bersangkutan telah tujuh tahun tanpa kabar. Artinya tidak mungkin Aguan memproduksi dendeng babi di lokasi yang berada di kawasan Gampong Neuhen Kecamatan Krueng Raya Aceh Besar. Aguan disebut pindah ke Sumatra Utara dan tidak ada kontak dengan keluarganya di Aceh.

 

Gara-gara informasi itu, keluarga Aguan merasa terancam. Sedangkan mereka sehari-hari bekerja sebagai petani tambak dan berjualan kelontong.

 

Pemerintah Aceh meminta supaya masyarakat yang berasal di sekitar Km. 14,5 tidak resah dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian melakukan pengusutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Masyarakat di kawasan itu mohon bersabar dan tidak resah, biarkan petugas kepolisian mengusutnya secara tuntas” kata SAG.

 

Lebih lanjut, SAG mengatakan hasil koordinasi dengan instansi terkait termasuk Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, dipastikan bahwa selama ini belum ditemukan dalam jalur resmi distribusi pangan (dendeng babi) di Aceh, baik tempat produksi maupun produk dendeng babi cap Kelinci.

 

“Kalau ada produk yang diberitakan tersebut beredar, berarti produk tersebut ilegal dan beredar tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata SAG.

 

Sebelumnya, sebuah media online di Aceh melaporkan bahwa ada penjualan dendeng babi cap Kelinci. Dendeng kemasan itu dijual di lapak online

KIM Sebagai Jembatan Masyarakat Mengakses Informasi Pembangunan Daerah

KIM Sebagai Jembatan Masyarakat Mengakses Informasi Pembangunan Daerah

Aceh Besar | Kementerian Komunikasi Informasi Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh menggelar bimbingan teknis pemberdayaan kelompok informasi gampong (KIG) Kabupaten/Kota, dengan tema pembuatan konten kreatif pemanfaatan media sosial di The Pade Hotel, Rabu (26/6/2019).

KIM Sebagai Jembatan Masyarakat Mengakses Informasi Pembangunan Daerah

Menurutnya, Khusus Aceh, sudah banyak sekali sengketa informasi yang ditangani oleh komisi informasi, realita ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat Aceh tentang keterbukaan informasi sudah cukup tinggi tentunya sangat mendorong Pemerintah untuk bekerja Iebih baik Iagi.

Iskandar menyebutkan data sengketa informasi yang ada di Aceh selama ini sebagian besar terjadi di pusat kota dan sangat sedikit terjadi di desa, Padahal informasi tentang pembangunan desa sangat banyak menyita energi kita. Apalagi kita tahu, alokasi pembangunan untuk desa-desa di Aceh cukup besar. ”

Tahun ini saja, dana desa untuk Aceh mencapai Rp 4,9 triliun yang dibagikan secara proporsional kepada 6.497 desa”, jelasnya.

Tidak heran jika ada desa yang mendapatkan anggaran Rp 1,5 miliar per tahun. Namun sangat disayangkan, tidak semua masyarakat desa memberi perhatian besar terhadap penggunaan dana desa itu. Padahal dana desa sangat dibutuhkan untuk mendorong agar pembangunan desa yang mandiri.

Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat tentang pembangunan desa, bisa jadi disebabkan karena kurangnya kesadaran akan haknya atas informasi dana desa, karena akses informasi terkait pembangunan dan dana desa itu belum ada.

“Maka itu, kita mendorong agar Kelompok Informasi masyarakat (KIM) hadir dan berkembang di desa-desa”, sarannya.

Ia menambahkan KIM adalah lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat. Kehadiran KIM diharapkan bisa menjadi jembatan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses informasi tentang berbagai hal terkait pembangunan di daerahnya.

Dengan demikian, komunikasi antara masyarakat dan penyelenggara pemerintahan akan berjalan Iebih aktif.

KIM Sebagai Jembatan Masyarakat Mengakses Informasi Pembangunan Daerah

Untuk bisa mengoptimalkan akses informasi bagi masyarakat di tingkat desa, maka pemberdayaan dan penguatan KIM harus kita Iakukan agar para pengelola KIM bisa menjalankan misinya dengan baik. Jika fungsi KIM ini berjalan optimal.

Iskandar berharap Bimtek ini bisa kita Iakukan secara berkesinambungan, agar pegiat KIM di Aceh dapat menjalankan misinya dengan baik. Selain itu, masyarakat yang di daerahnya belum ada KIM, dapat segera membentuknya, sehingga kampanye keterbukaan informasi dapat kita perkuat secara menyeluruh. Dengan demikian masyarakat Aceh semakin melek informasi, sekaligus dapat mendorong terciptanya Pemerintahan yang bersih dan melayani, mulai dari tingkat gampong hingga tingkat provinsi. (wan/ri)

Wakil Bupati Aceh Singkil Buka Forum PPID Se Aceh

Wakil Bupati Aceh Singkil Buka Forum PPID Se Aceh

Para pegiat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se Provinsi Aceh melakukan pertemuan dalam sebuah forum di Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (20/6). Forum PPID ke XII dimotori oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh.

Wakil Bupati Aceh Singkil Buka Forum PPID Se Aceh
 Forum PPID Se Aceh

Wakil Bupati Aceh Singkil Buka Forum PPID Se Aceh

Forum PPID ke XII yang diikuti oleh 23 kabupaten/kota se Aceh tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Singkil H. Sazali, S.Sos.

Dalam sambutannya, Wabup Sazali menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Kominsa Aceh dengan penunjukan Kabupaten Aceh Singkil sebagai tempat penyelenggaraan Forum PPID Se Aceh tahun ini. Labih lanjut Sazali mengungkapkan bahwa keterbukaan informasi publik adalah sebuah keniscayaan, karena merupakan amanat undang-undang, oleh karenanya peningkatan peran PPID melalui forum seperti ini sangat penting.

“Sebagai pelayan publik, kita harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam bidang keterbukaan informasi publik, oleh karena itu Forum PPID ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan pelayanan keterbukaan informasi publik” ungkap Sazali.

Kepada para peserta, Sazali juga menyampaikan potensi pertanian dan wisata di kabupaten Aceh Singkil. Menurutnya, Aceh Singkil punya kekayaan alam yang luar biasa, daerah ini bisa menjadi penyangga perekonomian daerah daerah disekitarnya, karena memiliki posisi strategis, berdekatan dengan kabupaten dan kota di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominsa Aceh yang diwakili oleh Kabid PTIK, Zal Supran, M Si menyampaikan bahwa Forum PPID ini merupakan ajang silaturrahmi, berbagi informasi dan penyamaan persepsi dalam pemberian pelayanan di bidang pelayanan publik. Dengan adanya komunikasi dan persamaan persepsi antar daerah, pelayanan informasi publik bisa seragam dan optimal di semua daerah, karena acuannya sama yaitu Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

 

Untuk tahun 2019 ini, Kabupaten Aceh Singkil bertindak sebagai tuan rumah pertemuan yang diikuti oleh PPID Utama dari seluruh kabupaten/kota se provinsi Aceh. Acara yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Aceh Singkil.

Drama Korea Joseon Survival

Joseon Survival

Bagi anda yang suka drama petualangan, nih dia yang paling asyik. Drama korea baru rilis dan baru tayang di negerinya. Joseon Survival judulnya

Joseon Survival
Joseon Survival

Joseon Survival

SINOPSIS Joseon Survival :“Joseon Survival” akan menceritakan tentang kisah mantan anggota tim panahan nasional yang bekerja sebagai pengantar paket dan Im Kkeok Jeong, seorang pencuri terkenal dari dinasti Joseon.Jung Rok Gi yang diperankan oleh Kang Ji Hwan, seorang pria masa sekarang yang bermimpi memenangkan emas Olimpiade di panahan tetapi menjadi seorang pengantar paket karena cedera. Kemudian Ia melakukan perjalanan waktu ke era Joseon dengan cinta pertamanya dan adiknya.

Detail Tentang Drama Korea Joseon Survival :
Judul : Joseon Survival
Judul Lainnya: Joseonsaengjongi / 조선생존기
Genre : Drama, Fantasy
Episodes : 16 (to be confirm)
Sutradara : Jang Yong Woo
Penulis Naskah : Kim Sol Ji
Stasiun Channel : TV Chosun
Di tayangkan pada : 8 Juni 2019, setiap hari Sabtu pukul 22.50

Detail Daftar Pemain Joseon Survival :
Kang Ji-Hwan berperan sebagai Han Jung-Rok
Kyung Soo-Jin berperan sebagai Lee Hye-Jin
Song Won-Seok berperan sebagai Im Kkeok-Jeong
Park Se-Wan berperan sebagai Han Seul-Ki
Lee Jae-Yoon berperan sebagai Jung Ka-Ik
Han Jae-Suk
Yoon Ji-Min
Lee Kyung-Jin
Jeong Han-Heon
Kim Kwang-Sik
We Yang-Ho
Kang Ji-Sub

Joseon Survival E01

Joseon Survival E02

Joseon Survival E03

Joseon Survival E04

Joseon Survival E05

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H kami ucapkan kepada handai taulan sekalian. Kalau ada salah menyalahkan selama ini mohon kami dimaafkan.

Dihari nan fitri ini dari jauh hanya dapat menyampaikan salam. Salam takzim semoga dimaafkan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H

Di hari raya 1440H ini kami rayakan di Kota Banda Aceh. Tidak seperti tahun tahun yang lalu setiap hari raya kami rayakan dikampung halaman.

Hati dan pikiran sebenarnya sangat rindu kekampung halaman, hendak bersua dengan saudara mara sekalian.

Ingin ziarah kemakam dua ibu bapa, berdoa dan menyiramkan air bunga kembang dipusara bapa bunda tercinta.

Dari jauh kami panjatkan doa semoga bapa bunda dilapangkan kuburnya.

Sekarang kami sudah balik ketempat kerja, mencari rejeki diperantauan agar kami bisa beribadah kepada sang pencipta.

Insha Allah hari raya kedepan kami pulang kampung.

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Pendaftaran seleksi mahasiswa baru sekolah kedinasan sudah dibuka sejak 9 April 2019 kemarin. Meskipun baru sehari dibuka, antusiasme masyarakat untuk mendaftar terlihat cukup bagus.

Hingga pagi ini saja, menurut data Badan Kepegawaian Nasional (BPN) jumlah pendaftar yang sudah memilih sekolah sebanyak 8.709.

Tahun ini ada delapan Kementerian/Lembaga yang membuka pendaftaran di sekitar 20 sekolah kedinasan. Ribuan kuota penerimaan pun dibuka.

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan apabila ingin mendaftar?

Mengutip Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Sekolah Kedinasan 2019, setidaknya ada lima dokumen yang harus disiapkan.

Dokumen tersebut adalah, kartu keluarga, KTP elektronik (Kartu Tanda Penduduk), ijazah, rapor SMA/sederajat, dan pas foto.

Bagi pelamar di bawah umur 17 tahun dan tidak memiliki KTP masih bisa ikut mendaftarkan diri. Pelamar diminta menyiapkan data diri berupa kartu keluarga.

Ada juga beberapa dokumen lainnya yang mesti disiapkan. Dokumen tersebut adalah dokumen sesuai dengan permintaan dan ketentuan instansi sekolah kedinasan yang dituju.

Alur

Bagaimana alur pendaftarannya? Berikut ini alur lengkap pendaftaran sekolah kedinasan yang dikutip dari Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Sekolah Kedinasan 2019 :

Daftar Sekolah Kedinasan, Jangan Lupa Siapkan Dokumen Ini

1. Akses portal, pelamar mengakses portal SSCASN di laman https://sscasn.bkn.go.id
2. Membuat akun, pelamar membuat akun SSCN Sekolah Kedinasan 2019.
3. Log in, log in ke laman SSCN Sekolah Kedinasan dengan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Pilih sekolah, pelamar melengkapi biodata dan memilih sekolah kedinasan.
5. Kartu pendaftaran, pelamar selesaikan pendaftaran dengan mengecek resume dan cetak bukti pendaftaran.
6. Verifikasi, instansi melakukan verifikasi data dan berkas pelamar yang sudah masuk, pelamar diminta cek status kelulusan.
7. Pembayaran, pelamar yang lulus administrasi mendapatkan kode billing yang harus dibayar, nominalnya sesuai instansi sekolah kedinasan.
8. Kartu Ujian, pelamar mencetak kartu ujian di SSCN apabila sudah melakukan pembayaran.
9. Tes Seleksi, pelamar ikuti tes seleksi sesuai dengan ketentuan instansi sekolah kedinasan yang dituju.

Trust News Online