Tag Archives: aceh utara

Penguatan Kelembagaan KLA Aceh Utara

Penguatan Kelembagaan KLA Aceh Utara

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh melaksanakan kegiatan Penguatan Kelembagaan KLA di Aceh Utara yang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 10–11 Oktober 2019 di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh para unsur dinas dan bagian dalam wilayah Aceh Utara, pendamping Kabupaten/Kota Layak Anak Aceh Utara dan dibuka oleh oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Utara.

PENGUATAN KELEMBAGAAN KLA ACEH UTARA
PENGUATAN KELEMBAGAAN KLA ACEH UTARA

Penguatan Kelembagaan KLA Aceh Utara

Kabupaten/kota layak anak (kla) adalah suatu pembangunan kabupaten/kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak yang mempunyai sistem pembangunan yang berbasis pada pemenuhan hak  anak dan perlindungan anak. Untuk meminimalisir, bahkan menghapus kekerasan terhadap anak, pemerintah mempercepat pemenuhan hak anak serta perlindungan anak melalui kabupaten/kota layak
anak.

Implementasi program kabupaten/kota layak anak tentunya tidak hanya sebatas ceklist atau terpenuhinya seluruh indikator evaluasi kabupaten/kota layak anak saja, tetapi lebih penting dari semua itu kla dapat menjadi acuan bagi daerah dalam memenuhi hak-hak anak dan melalui pengembangan dan pendampingan tersebut kita harapkan juga dapat terintegrasi dan berkelanjutan.

Aceh Utara pada tanggal 23 juli 2019 mendapat penghargaan tingkat pratama kabupaten layak anak yang diserahkan oleh ibu menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak republik indonesia di makasar. Ini semua tidak terlepas dari kerja sama organisasi perangkat daerah (opd) dalam lingkungan aceh utara dan forum anak pase aceh utara yang telah banyak membantu dalam pengumpulan data, sehingga aceh utara pada tahun ini mendapat penghargaan tersebut dan harapan kami selanjutnya untuk tahun 2020 aceh utara dapat meraih penghargaan ke tingkat yg lebih tinggi.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, dengan harapan Aceh Utara akan menuju  kabupaten yang layak anak untuk tahun yang akan datang.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengatakan Kabupaten Aceh Utara sering dijadikan sebagai barometer stabilitas dan kondusifitas daerah dalam pelaksanaan pesta demokrasi, baik pada Pilkada maupun pada Pemilu.

Tersebab hal itu, kepada seluruh stake holder Bupati H Muhammad Thaib sangat mengharapkan untuk terus menjaga suasana kondusif dalam tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilu 2019, lebih-lebih selama masa kampanye dan menjelang hari H pemungutan suara. Demikian antara lain penegasan Bupati H Muhammad Thaib di hadapan peserta rapat koordinasi kesiapan Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Aceh Utara, berlangsung di aula Kantor Bupati jalan T Hamzah Bendahara, Lhokseumawe, Kamis, 4 April 2019.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu
Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Cek Mad ini, meminta semua jajaran terkait untuk meningkatkan kerjasama guna mempertahankan prestasi Aceh Utara yang pernah meraih predikat sebagai daerah paling kondusif di Tanah Air pada gelar Pilkada serentak tahun 2017 yang lalu.
“Saya diundang ke istana dan diserahkan sertifikat langsung oleh Presiden sebagai daerah paling kondusif dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2017. Saya ingin kita pertahankan prestasi ini,” ungkap Cek Mad.

Dikatakan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) merupakan pelaksana Pemilu paling penting dan memegang peranan paling krusial. Oleh karena itu, harus di-back up penuh oleh Camat, Kapolsek dan Danramil. Semua unsur ini harus bersinergi dengan baik agar pelaksanaan Pemilu di tingkat kecamatan berjalan sukses.

“Bila ada ditemukan hal-hal yang mengarah negatif dan tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan Pemilu, maka segera laporkan kepada atasannya masing-masing. Polsek lapor ke Polres, Camat lapor ke saya, Danramil lapor ke Kodim, karena semua kita ada dalam unsur Desk Pemilu yang dibentuk di tingkat Kabupaten,” tegas Cek Mad.

Rapat koordinasi kesiapan Pemilu tahun 2019 melibatkan narasumber utama dari Ketua KIP Aceh Utara dan Panwaslih. Selain itu, juga mendengar pemaparan dari Kapolres Aceh Utara serta Dandim 0103/Aceh Utara.
Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Aceh Utara Drs Adami, MPd, mengatakan Rakor ini dimaksudkan oleh memaparkan tentang kesiapan para stakeholder dalam menghadapi hari H pemungutan suara Pemilu serentak yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang.

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu
Aceh Utara Barometer Stabilitas Daerah dalam Pemilu

Pada Rakor itu, kata Adami, pihaknya mengundang seluruh jajaran terkait, mulai dari Kepala Daerah, unsur Forkopimda, staf ahli Bupati, Asisten, Sekda, KIP, Panwaslih, para Kepala SKPK terkait, para Camat, Kapolsek, Danramil, Ketua PPK dan Panwaslih kecamatan, serta unsur wartawan.

Pelaksanaan Rakor ini, kata Adami, merupakan salah satu tindak lanjut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menegaskan bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas, wewenang, dan kewajiban penyelenggara Pemilu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Aceh Utara meminta Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dapat membantu untuk memaksimalkan fungsi dan kinerja semua jaringan irigasi yang ada di daerah ini, sehingga dapat mendatangkan manfaat yang optimal untuk produktivitas pertanian.

Di Aceh Utara terdapat empat Daerah Irigasi (DI), yaitu DI Jambo Aye – Langkahan, DI Krueng Pase, DI Alue Ubai, dan DI Krueng Tuan. “Bagaimana caranya agar semua DI irigasi ini dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dipetik hasilnya oleh petani-petani kita,” harap Bupati dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Abdul Aziz, SH, MH, ketika membuka kegiatan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dalam rangka Survei Investigasi dan Desain (SID) Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (irigasi Jambo Aye – Langkahan) seluas 19.473 haktar, berlangsung di aula Kantor Bupati, Kamis, 21 Maret 2019

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara
Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Menurut Sekda Abdul Aziz, produktivitas tanaman padi di Aceh Utara rata-rata berkisar 4,5 ton gabah per hektar. Saat ini sedang dikembangkan varietas padi IF-8 yang produktivitasnya bisa mencapai 12 ton per hektar. Untuk itu diharapkan keterlibatan semua stake holder yang terkait langsung dengan bidang pertanian, terutama ketersedian air yang bersumber dari jaringan irigasi yang menjangkau ke semua areal pertanian sawah.

Pihaknya sangat berharap semua program dan kegiatan BWS Sumatera I yang berada di wilayah Aceh Utara dapat terlaksana dengan baik, bukan hanya untuk DI Jambo Aye – Langkahan, akan tetapi berlanjut ke jaringan irigasi lainnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemkab Aceh Utara yang meletakkan skala prioritas dalam pembangunan pertanian.

Sementara Kepala Satker BWS Sumatera I Mahdani, ST, MT, dalam pemaparannya mengatakan kegiatan PKM dalam rangka SID Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (19.473 hektar) dikendalikan oleh PPK Perencanaan dan Program Satker BWS Sumatera I. Sedangkan rekanan penyedia jasa adalah PT Suwanda Karya Mandiri KSO dengan PT Bhawana Prasasta selaku konsultan teknik. Kegiatan ini nantinya akan didanai dengan anggaran dari Asian Development Bank (ADB)

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara
Bupati Minta Satker BWS Maksimalkan Fungsi Semua Irigasi di Aceh Utara

Diadakannya PKM ini dimaksudkan untuk menggali pemikiran dan masukan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya unsur petani, sehingga dapat memetakan dan mematangkan proses SID dalam rencana rehabilitasi DI Jambo Aye – Langkahan. Sebagaimana diketahui DI ini meliputi areal sawah di tujuh kecamatan dan wilayah Aceh Utara dan tiga kecamatan di wilayah Aceh Timur.

Menurut Mahdani, irigasi Jambo Aye – Langkahan telah berusia 38 tahun sehingga mengalami penurunan fungsi. Hal itu ditandai dengan tingginya kehilangan air, adanya sedimentasi yang terlalu besar, sehingga kinerja irigasi menjadi berkurang. Rehabilitasi yang pernah dilakukan hanya bersifat parsial, atau sebagian-sebagian sesuai kondisi lapangan. Kali ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi menyeluruh sehingga nantinya dapat kembali berfungsi dengan baik.

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mendapatkan realisasi pembangunan dan pemasangan jaringan gas (Jargas) untuk saluran rumah sebanyak 5000 unit. Sementara ribuan rumah itu ditunjukkan ke Kecamatan Dewantara Kabupaten setempat

Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan 18 Pemerintah Kabupaten/Kota.

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

“Jadi di tahun 2019 ini ada 18 kabupaten/kota yang mendapatkan Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga. Sementara untuk Aceh sendiri hanya satu kabupaten yaitu Aceh Utara saja,” kata Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib melalui Kabag Humas, Andree Prayuda.

Sambung Andree, Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dan para Bupati/Walikota terkait untuk merealisasikan pembangunan jaringan sebanyak 78.216 SR di 18 Kota/Kabupaten.

Aceh Utara Dapat Jargas ke 5000 Saluran Rumah

“Tahun 2014 lalu kita pernah mendapatkan sebanyak 3.928 SR (Saluran Rumah). Yakni meliputi wilayah Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas. Sementara tahun 2019 ini sebanyak 5000 saluran rumah untuk wilayah Kecamatan Dewantara,” imbuh Andree.

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Kafilah Kecamatan Dewantara sukses memuncaki poin perolehan juara pada perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kabupaten Aceh Utara, yang telah berakhir pada Rabu malam, 27 Februari 2019, di Lapangan Landing Kecamatan Lhoksukon.

Atas prestasi tersebut, Kafilah Dewantara berhak memperoleh penghargaan berupa Piala Bergilir Bupati Aceh Utara yang diperebutkan pada ajang MTQ. Piala bergilir tersebut, tadi malam diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Fauzi Yusuf kepada Camat Dewantara Fadly Dakuta, SSTP, MAP

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara
Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Sesuai dengan isi keputusan dewan hakim MTQ Aceh Utara ke-34, kafilah Dewantara sukses merebut delapan Juara 1, sembilan Juara 2, dan tiga Juara 3 dari berbagai cabang dan katagori perlombaan pada MTQ dimaksud. Selain itu, juga merebut empat Juara Harapan 1, lima Juara Harapan 2, serta tiga Juara Harapan 3. Hal itu menempatkan kafilah Dewantara berada pada puncak perolehan poin, jauh di atas kafilah-kafilah dari 26 kecamatan lainnya yang ada di Aceh Utara.

Berikut nama-nama peserta dari kafilah Dewantara yang berhasil meraih peserta terbaik atau Juara 1, yaitu Zulfahmi (cabang tilawah remaja putra), Khairani (cabang tilawah remaja putri), Jumahdi Hasan (cabang tilawah dewasa putra), Rosmaniah SKM (cabang tilawah dewasa putri). Berikutnya, Mar’atus Shalehah (cabang qira’ah sab’ah mujawwad remaja putri), Ahmad Daniel’s (cabang qira’ah sab’ah murattal remaja putra), M Yanis (qira’ah sab’ah mujawwad dewasa putra), serta Rizki Fauzan (cabang khattil Qur’an golongan buku/naskah putra).

Sementara untuk Juara 2 diraih dari sembilan katagori perlombaan, masing-masing atas nama Muhammad Rizal (qira’ah sab’ah mujawwad remaja putra), Muzhaffarul Haqqi (hifdzil Qur’an 10 juz putra), Alfathani Fonna (tafsir Qur’an golongan bahasa Arab putra), Liza Purnama (tafsir Qur’an golongan bahasa Indonesia putrid), Rusmaja Madhan (tafsir Qur’an golongan bahasa Inggris putra).

Selanjutnya, Muhammad Rizki, Muhammad Arif dan Aswal Syaubari (fahmil Qur’an putra), Aulia Fannur (khattil Qur’an golongan hiasan mushaf putra), Nukman (khattil Qur’an golongan hiasan dekorasi putra), serta Wardah untuk cabang khattil Qur’an golongan hiasan dekorasi putri.

Sedangkan untuk posisi Juara 3 dari kafilah Dewantara diraih atas nama Fatimah Zuhra pada cabang qira’ah sab’ah murattal dewasa putrid, Nurul Ainul Kamila (hifdzil Qur’an 10 juz putri), serta pada cabang syarhil Qur’an putri atas nama Jihan Fanyra, Ayu Humairah, dan Khairudiah.

Atas keberhasilan tersebut, Kafilah Dewantara berada pada posisi pertama dengan mengumpulkan total 55 poin, merebut Piala Bergilir dan mendapat uang pembinaan senilai Rp 12 juta. Sedangkan pada posisi kedua diraih oleh kafilah Kecamatan Kuta Makmur dengan perolehan 42 poin, dan posisi ketiga ditempati kafilah Kecamatan Muara Batu dengan perolehan 32 poin. Kecamatan Muara Batu pada MTQ ke-33 tahun 2017 lalu pernah merebut Piala Bergilir Bupati Aceh Utara karena meraih Juara Umum.

Penutupan MTQ ke-34 Kabupaten Aceh Utara yang berlangsung selama enam hari, ditandai dengan suara sirine yang menggaung di lapangan Landeng Lhoksukon, jelang tengah malam, Rabu 27 Februari 2019. Sirine tersebut ditekan oleh Wakil Bupati Fauzi Yusuf usai menyampaikan sambutan dan arahan untuk mengakhiri kegiatan itu.

Dalam arahannya, Wabup Fauzi Yusuf antara lain menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang tak terhingga kepada segenap komponen masyarakat yang telah bersama-sama panitia menyukseskan dan bekerja keras sehingga MTQ ke-34 dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Fauzi juga mengucapkan selamat kepada pada seluruh pemenang, di mana diharapkan agar terus memotivasi diri dan mengasah kemampuan agar mampu tampil lebih baik lagi saat mewakili Aceh Utara pada MTQ tingkat Provinsi Aceh yang akan berlangsung di Kabupaten Pidie pada Juli 2019 mendatang.

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara
Dewantara Juara Umum MTQ ke-34 Aceh Utara

Bagi peserta yang belum mendapat juara, Wabup Fauzi Yusuf berharap janganlah kecewa dan berkecil hati. Sebaliknya, dia berharap untuk terus membulatkan tekad, giatkan usaha, belajar dan belajar, begitulah nyali calon-calon juara di masa mendatang.

Sebelumnya, Wakil Panitia Pelaksana MTQ ke-34 Aceh Utara Drs Salamina mengatakan bahwa para pemenang MTQ ini semuanya mendapatkan tropi atau piala. Sedangkan uang pembinaan hanya diberikan untuk peraih Juara 1, Juara 2 dan Juara 3, yang ditransfer langsung ke rekening bank masing-masing. Dengan rincian untuk Juara 1 perorangan nilainya Rp 3 juta, Juara 2 Rp 2,3 juta, dan Juara 3 Rp 1,8 juta.

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, Senin, 25 Februari 2019, menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati Haul ke 6 Tgk H Ibrahim Bardan atau akrab dikenal dengan sapaan Abu Panton berlangsung di komplek Dayah Malikussaleh Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Pengajian akbar ini diasuh oleh Dewan Masyaikh Ma’had Aly Indonesia Tgk H Hasanoel Basri atau akrab disapa Abu MUDI yang juga Pimpinan Dayah MUDI Samalanga.

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton
Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Turut menghadiri kegiatan ini di antaranya Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaythar, Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, anggota DPR RI fraksi Demokrat Muslim SHI, MM, Ketua KPA wilayah Pase Tgk Zulkarnaini Hamzah, sejumlah pimpinan dayah, para Muspika Tanah Jambo Aye, tokoh masyarakat dan ribuan santri.

Wabup Fauzi Yusuf pada kesempatan itu mengatakan Pemkab Aceh Utara sangat mengapresiasi kegiatan pengajian akbar yang dilaksanakan oleh para santri Dayah Malikussaleh dalam rangka Haul ke 6 Abu Panton.

Menurut Fauzi, Abu Panton merupakan sosok ulama kharismatik yang sangat disegani semasa hidupnya. Keilmuan agama yang dimiliki beliau patut mendapat pemuliaan, sehingga nama beliau tetap tercatat dalam ingatan setiap orang di Aceh. Selain pernah menjadi Ketua HUDA (Himpunan Ulama Dayah Aceh), Abu Panton juga pernah menulis sejumlah buku dan kitab yang dapat dijadikan referensi oleh generasi muda.

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton
Wabup Fauzi Yusuf Hadiri Pengajian Akbar Haul Abu Panton

Abu Panton adalah sosok ulama yang dekat dengan semua kalangan, bahkan pernah terlibat langsung dalam upaya perdamaian Aceh.

Pada kesempatan itu, Wabup Fauzi Yusuf mengajak para santri untuk terus memberikan kontribusinya dalam membangun daerah. Santri merupakan generasi muda islam yang lebih dalam memahami ilmu ilmu agama, oleh sebab itu sangat dibutuhkan ide dan pemikirannya dalam pembangunan Aceh Utara ke depan.